Skip to content

Hukum Syara

Maret 22, 2011
tags: ,

Al-Ahkam ( الاحكم) adalah bentuk jamak dari hukum (الحكم), secara bahasa maknanya adalah keputusan/ketetapan. Sedangkan Ulama usul fiqh mengatakan bahwa apabila disebut hukum, maka artinya adalah:

1. Menetapkan sesuatu atas sesuatu meniadakannya, seperti menetapkan terbitnya bulan dan meniadakan pengelapan  dengan terbitnya matahari.

2. Khitab Allah seperti, أقيموا الصلاة (mendirikan sholat).

Secara terminologi, hukum ialah: Khitab Allah yang menyebutkan segala perbuatan mukallaf baik khitab itu mengandung perintah untuk dikerjakan atau larangan untuk ditinggalkan atau menjelaskan kebolehan, atau menjadikan sebab atau pengahalang bagi suatu hukum.

Asy-Syaikh al-‘AllamahMuhammad bin Sholeh al-‘Utsaimin mendefenisikan hukum secara istilah dengan:

مااقتضاء خطاب الشرع المتعلق بأفعال المكلفين من طلب او تحيير اووضع

“Apa-apa yang ditetapkan oleh seruan syari’at yang berhubungan dengan

perbuatan mukallaf (orang yang dibebani syari’at) dari tuntutan atau pilihan

atau peletakan.”[1]

Dan yang dimaksud dengan (خطاب الشرع) “seruan syari’at”  adalah Al-Qur’an dan as-Sunnah. Dan yang dimaksud dari (المتعلق بأفعال المكلفين) “yangberhubungan dengan perbuatan mukallaf“: apa-apa yang berhubungan dengan perbuatan mereka baik itu perkataan atau perbuatan, melakukan sesuatu atau meninggalkan sesuatu.

Maka keluar dari perkataan tersebut apa-apa yang berhubungan dengan aqidah, maka tidak dinamakan hukum secara istilah.

Sedangkan kata (المُكَلَّفِين ) “mukallaf” dimaksudkan kepada siapa saja yang keadaannya dibebani syari’at, maka mencakup anak kecil dan orang gila baik berupa tuntutan ( perintah), larangan, atau  sebagai keharusan ataupun keutamaan.

 


[1] Asy-Syaikh al-‘AllamahMuhammad bin Sholeh al-‘Utsaimin, PRINSIP ILMU USHUL FIQIH, Thalib, Penerjemah Abu SHilah & Ummu SHilah, http://tholib.wordpress.com

Jumadi ats-Tsaniyah 1428 H / Juni 2007 M

HAJI

Maret 3, 2011

Pengertian Ibadah Haji.

Haji atau al-haj ( الحج )bermakna al-qashdu (القصد ) yang berarti menyengaja (sengaja) atau menuju. Menurut syara’, haji ialah suatu perbuatan yang sengaja dilakukan mengunjungi ka’bah atau baitullah di tanah suci Mekkah dalam rangka melakukakan beberapa kegiatan ibadah dengan tata cara dan syarat-syarat tertentu. Baca selanjutnya…

ZAKAT

Maret 2, 2011

Menurut bahasa, al-zakah (الزكة  ) bermakna: –  النماء= tumbuh, bertambah, berkembang, الطهارة = bersih, البركة = keberkahan, التزكية = penyucian. Sedang menurut syara‘, zakat adalah memberikan suatu bagian dari harta yang telah sampai nisabnya kepada orang fakir dan orang-orang yang berhak menerimanya (mustahiq ), tanpa ada halangan syar’i yang menghalangi kita untuk menunaikannya.

Dapat disimpulkan bahwa: zakat ialah kadar harta tertentu yang wajib diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan-persyaratan tertentu. Baca selanjutnya…

MENYEMBELI BINATANG QURBAN

Maret 2, 2011
Waktu menyembeli binatang kurban

Yaitu hari-hari yang ditentukan ialah hari raya, 10 Zulhijjah sampai sebelum terbenam matahari tanggal13 zulhijjah. Dasarnya QS.al-hajj:28

Yang menyembelih binatng kurban

Sepakat para ulama bahwa yang paling baik menyembeli binatang kurban adalah orang yang berkurban itu sendiridan dibolehkan mewakilkan penyembelihan itu kepada orang lain.

•Hukum daging kurban

1. Dimakan oleh orang yang berkurban beserta keluarganya.

2. Disedekahkan kepada orang fakir dan miskin.

Dasarnya: Al-Hajj:36

Artinya: kemudian apabila telah roboh (mati) maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya yang tidak meminta-minta dan orang yang meminta

Para ulama sepakat bahwa daging binatang kurban tidak boleh dijual, kecuali mazhab hanafi, mereka membolehkannya kemuadian hasil penjualannya itu diserahkan kepada pakir miskin atau digunakan untuk keperluan segala yang berhubungan dengan menegakkan kalimat Allah.

 

Macam-macam Binatang kurban

Maret 2, 2011
Macam-macam Binatang kurban

Ulama sepakat bahwa yang dijadikan  binatang kurban adalah semua binatang yang termasuk bahimatul an’am yaitu unta, sapi, korban, kambing dan domba. QS. Al-Hajj;34.

Dalam kitab-kitab fiqhi tidak di sebut koban sebagai binatang yang termasuk bahimatul an’am tetapi yang disebut hanyalah sapi.

*Binatang yang lebih utama dikurbankan menurut:

-Syafi’I  : Unta lalu sapi, lalu kambing atau domba.

Dasar pendapat ini adalah binatang yang paling mahal harganya.

-Ulama lain: kambing atau domba karena kambing atau domba sesuai perbuatan Nabi saw.

*Sifat-sifat binatang yang dikurbankan:

Sehat, bagus, bersih, dan enak dipandang mata dan mempunyai anggota tubuh yang lengkap, tidak ada cacat seperti pincang, rusak kulit dsb.Sesuai HR Tirmidzi:
اربعة لا تجزى فى الأضاحى العوراء البين  عورها والمرض البين المرضها والعرجاء البين طلعها والعجفاء التى لا تنعى
Waktu menyembeli binatang kurban

Yaitu hari-hari yang ditentukan ialah hari raya, 10 Zulhijjah sampai sebelum terbenam matahari tanggal13 zulhijjah. Dasarnya QS.al-hajj:28

Yang menyembelih binatng kurban

Sepakat para ulama bahwa yang paling baik menyembeli binatang kurban adalah orang yang berkurban itu sendiridan dibolehkan mewakilkan penyembelihan itu kepada orang lain.

Hukum daging kurban

1. Dimakan oleh orang yang berkurban beserta keluarganya.

2. Disedekahkan kepada orang fakir dan miskin.

Dasarnya: Al-Hajj:36

( y §ŽtI÷èßJø9$#urìÏR$s)ø9$#r #qßJÏèôÛr&u$pk÷]ÏB ô (#qè=ä3sù $pkæ5qãZã_ Mt7y_ur#sŒÎ*sù

Artinya: kmudian apabila telah roboh (mati)maka makanlah sebahagiannya an beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya yang tidak meminta-minta dan orang yang meminta

Para ulama sepakat bahwa daging binatang kurban tidak boleh dijual, kecuali mazhab hanafi, mereka membolehkannya kemuadian hasil penjualannya itu diserahkan kepada pakir miskin atau digunakan untuk keperluan segala yang berhubungan dengan menegakkan kalimat Allah.

UDHIYAH (Qurban)

Maret 2, 2011
  • Pengertian dan dasar hukum

Udhiyah jamak dari dhahiyyah artinya menyembeli binatang pada pagi hari. Artinya menyembeli binatang tertentu pada hari raya haji dan hari tasyrik (tanggal 11,12,13 zulhijjah) sesuai dengan ketentuan-ketentuan syara.

  • Dasar hukum:
1.QS. Al Kautsar : 1-3
2.QS.al-hajj: 36
3.Hadis HR. Tirmidzi Yang artinya:
Dari Aisyah semoga Allah meridainya berkata: tidak ada satupun perbuatan manusia yang paling disukai Allah pada hari raya haji (selain) dari mengalirkan darah (berkurban). Sesungguhnya orang yang berkurban itu datang pada hari kiamat membawa tanduk, bulu, dan kukuk binatang kurabn itu dan sesungguhnya darah yang mengalir itu akan lebih cepat sampai kepada Allah dari (darah itu jatuh dipermukaan bumi, maka sucikanlah dirimu dengan berkurban itu“. Baca selanjutnya…

Macam-macam Nazar

Maret 1, 2011

Pembahagian nazar dapat ditinjau dari segi lafaz (shighat) nya dan dapat pula ditijau dari segi isi nazar itu. Dari segi lafaz shighat, maka nazar itu terbagi kepada :

1. Nazar mutlak dan disebut juga nazar ghairy masryuth.yaitu nazar yang dilakukan semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah tanpa ada sesuatu sebab atau syarat , seperti seorang yang bernazar, “ karena Allah, aku mewajibkan atas diriku sembahyang dua rakaat. “dasar ini diucapkan tanpa sebab atau tanpa syrat, tetapi di ucapkan semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah.

2.Nazar mukaiyyad dan disebut juga nazar masryuth.yaitu nazar yang dilakukan karena memperoleh sesuatu yang nikmat oleh karena itu terhindar dari suatu bahaya, seperti seseorang bernazar. “ jika aku lolos ujian yang akan datang ini, aku akan berpuasa tiga hari karena Allah.dan nazar tersebut wajib dilaksanakan.