Skip to content

Prinsip-Prinsip dan Metode Penetapan Hukum al-Qur’an

Juli 7, 2010

Prinsip-Prinsip dan Metode Penetapan Hukum al-Qur’an

Dalam hubungannya dengan prinsip-prinsip dan metode penetapan hukum Islam, Umar Shihab mengemukakan beberapa prinsip dan metode sebagai berikut:

  1. Tidak menyempitkan
  2. Mengurangi beban
  3. Menetapkan hukum secara bertahap
  4. Sejalan dengan kemaslahatan manusia
  5. Persamaan dan keadilan (Umar shihab, 1992: 8-9)

Dalam menetapkan hukum al-Qur’an senantiasa memperhatikan kemampuan manusia. Al-Qur’an memberi kelonggaran kepada manusia untuk melaksanakan hukum sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, al-Qur’an tidak membebani  manusia diluar batas kemampuannya, prinsip ini antara lain ditegaskan dalam QS al-Baqarah [2]: 185, 286 dan QS. Al-Hajj [22]: 78. ayat tersebut mengandung maksud bahwa dengan kelonggaran yang diberikan oleh Allah swt., kepada manusia dalam menjalankan hukum-hukumnya, agar manusia tidak merasa dibebani, dan dalam penetapan hukum-hukum-Nya disesuaikan dengan kapasitas manusia serta merupakan salah satu kerahmatan Allah swt.

Adapun metode penetapan hukum menurut Umar Shihab, yaitu:

  1. Semua urusan sesuai dengan maksudnya
  2. Kesukaran mendatangkan kemudahan
  3. Kemudharatan harus ditinggalkan
  4. Adat dapat ditetapkan sebagai hukum
  5. Suatu yang diyakini kebenarannya tidak terhapus karena adanya keraguan (Umar Shihab, 1992: 22)
No comments yet

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: