Skip to content

MUI dalam Penetapan Hukum yang berkaitan dengan makanan dan minuman.

Juli 28, 2010


Majelis Ulama Indonesia sebagai lembaga yang berkompoten dalam pemecahan dan penjawaban setiap masalah sosial keagamaan serta mendapat kepercayaan sepenuhnya untuk menjawab persoalan yang senantiasa timbul dan dihadapi masyarakat membentuk lembaga LPPOM MUI. Lembaga ini dibentuk MUI atas respon dan tanggung jawab MUI dalam masalah makanan halal. Lembaga ini dibentuk setelah terjadinya kasus tahun 1980-an .

Pada waktu pendirian lembaga ini, MUI mengadakan kerjasama dengan IPB sehingga memiliki kantor di IPB dengan melibatkan banyak staf IPB untuk menjalankan tugas yang diemban. LPPOM MUI memiliki misi membantu konsumen dan produsen dalam memprodukasi dan menyediakan pangan, obat, kosmetika halal. Dalam hal ini MUI juga bekerjasama dengan  Depkes dan Depag dalam bentuk ikatan formal.

Pada prinsipnya semua bahan makanan dan minuman adalah halal, kecuali yang diharamkan oleh Allah swt dan Rasul-Nya. Bahan yang diharamkan oleh Allah adalah bangkai, darah, babi, (QS. Al-An’am : 145 , QS. Al-Baqarah : 173) dengan hewan yang disembeli dengan nama selain Allah. Hewan yang dihalalkan akan berubah statusnya menjadi haram apabila mati karena tercekik terbentur, jatuh ditanduk, diterkam binatang buas dan yang disembeli untuk berhala (QS. Al-Maidah: 3). Sedangkan minuman yang diharamkan adalah semua bentuk minuman yang memabukan (Indra, 2004).

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: