Skip to content

ZAKAT

Maret 2, 2011

Menurut bahasa, al-zakah (الزكة  ) bermakna: –  النماء= tumbuh, bertambah, berkembang, الطهارة = bersih, البركة = keberkahan, التزكية = penyucian. Sedang menurut syara‘, zakat adalah memberikan suatu bagian dari harta yang telah sampai nisabnya kepada orang fakir dan orang-orang yang berhak menerimanya (mustahiq ), tanpa ada halangan syar’i yang menghalangi kita untuk menunaikannya.

Dapat disimpulkan bahwa: zakat ialah kadar harta tertentu yang wajib diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan-persyaratan tertentu.

Adapun orang-orang yang berhak menerima zakat (para mustahiq) menurut Q.S. al-Taubah (9): 60 ada 8 asnaf (golongan) yaitu:

Dasar QS At-Taubah : 60

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاِبْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang berhutang untuk jalan Allah, dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

  • Fakir,
  • Miskin, Fakir dan Miskin
    1. Arti awalnya fakir adalah orang yang tidak memiliki harta atau sumber penghasilan untuk memenuhi keperluannya sehari-hari. Sedangkan miskin adalah orang memiliki harta atau sumber penghasilan akan tetapi tidak mencukupi keperluan sehari-hari.
    2. Kriteria (standar) Fakir dan Miskin harus dibuat, sebab arti “cukup” adalah makna yang relatif.
    3. Standar itu minimal merujuk kepada tingkat dan wilayah dimana tinggal mustahik.
    4. Standar itu perlu terus dievaluasi (setiap tahun/setiap 2 tahun/setiap 3 tahun).
    5. Perlu dicermati perkembangan (perubahan) Fakir dan Miskin yang mendaftar dana zakat
  • Para amil zakat (pengurus zakat)
    1. Amil adalah petugas (pengelola) zakat, bukan panitia ZAkat temporer (singkat)
    2. Amil adalah orang yang telah mendedikasikan sebagian hidupnya untuk mengurus kepentingan umat, karenanya ia berhak atas dana zakat.
    3. Amil memiliki peran strategis, karena mengelola dana yang diambil dari muzakki dan diharapkan sampai dan bermanfaat bagi mustahik
    4. Amil dari waktu ke waktu harus semakin mendalam ilmunya, meningkat amanahnya, terampil keahliannya dan bertambah kualitas kehambaannya di hadapan Allah swt.
  • orang  muallaf (orang yang baru masuk Islam)

Yang termasuk kategori muallaf (baik muslim atau kafir) adalah:

    1. Golongan yang diharapkan ke-islamannya atau ke-islaman keluarganya.
    2. Golongan yang dikhawatirkan kelakuan jahatnya.
    3. Golongan yang baru masuk Islam
    4. Pemimpin dan tokoh masyarakat dari umat Islam, tetapi imannya masih lemah.
    5. Kaum muslimin yang bertempat tinggal di benteng-benteng dan daerah perbatasan dengan musuh.

Perlu ada kriteria (standar) tingkat ekonomi (jumlah penghasilan atau hartanya) untuk disebut muallaf.

Perlu ada pembinaan atau dakwah kepada muallaf

  • Para budak,

Yang termasuk pengertian Riqob pada awalnya adalah : Kepentingan membebaskan budak (baik perbudakan dengan perjanjianmaupun tidak)

Saat ini yang dapat dikategorikan dengan Riqob adalah:

    1. Membebaskan seseorang yang dipaksa menjadi pelacur, disekap dan dia menginginkan kebebasan dirinya serta berniat tidak ingin lagi menjadi pelacur.
    2. Anak-anak yang dipaksa menjadi buruh, ditindas dan disiksa.
    3. Membebaskan seseorang dari kejahatan jual beli tenaga kerja di bawah umur (baik yang melakukan orang tuanya, maupun orang lain).
  • orang yang berutang (Gharimin)

artinya adalah orang yang berutang. Yang termasuk Gharimin adalah:

    1. Gharim untuk kebutuhan diri sendiri, misalnya gharim berhutang untuk nafkah sehari-hari, menikahkan anak, mengobati penyakit, dll
    2. Gharim untuk kemaslahatan orang lain, seperti gharim karena mendamaikan kerabat atau pihak yang berselisih. Mereka adalah kelompok dermawan dan yang menjaga harga diri dan kehormatannya

Saat ini yang termasuk gharim adalah:

Menebus anak yang disandera, karena hutang yang dimilikinya

  • fi sabilillah
    1. Makna khususnya adalah jihad dengan berperang di jalan Allah swt.
    2. Makna umumnya adalah semua kegiatan dalam rangka menegakkan Islam, termasuk kegiatan dakwah.
    3. Tidak tepat kalau diartikan fi sabilillah sebagai semua bentuk kebajikan. Sebab jika diartikan demikian, asnaf yang lain juga akan termasuk fi sabililla
  • Ibnu sabil

adalah musafir yang sedang dalam perjalanan.
Syarat ibnu sabil yang berhak memperoleh zakat:

  1. Orang tersebut sedang membutuhkan.
  2. Bukan perjalanan maksiat.
  3. Tidak ada orang yang memberikan pinjaman.

Yang termasuk dikelompokkan dalam ibnu sabil adalah pelajar yang sedang menempuh pendidikan yang kekurangan biaya

Dapat juga dimasukkan kegiatan pembiayaan dalam rangka studi (beasiswa) yang ditujukan untuk kepentingan umat.

B. Tujuan Zakat

Zakat mempunyai beberapa tujuan berkenaan dengan:

  1. Hubungan dengan Allah,
  2. Hubungan manusia dengan sesamanya (masyarakatnya)
  3. Hubungan manusia dengan harta bendanya,
  4. Hubungan manusia dengan dirinya sendiri.

 

Inti Pendayagunaan zakat:

Mengubah Mustahik menjadi Muzakki

  1. Mengubah orang miskin menjadi mampu (Fakir, Miskin dan Amil)
  2. Mengubah orang terbelenggu menjadi bebas (Muallaf, Gharimin dan Fi Sabilillah)
  3. Mengubah orang bodoh menjadi pintar (Ibnu Sabil)

C. Macam-macam Zakat

Pada garis besarnya, zakat dibagi menjadi dua bagian:

  1. zakat mal (harta), seperti: emas, perak, binatang ternak, hasil dari tanaman (buah-buahan dan biji-bijian), harta perniagaan,dan lainnya.
  2. Zakat Fitrah (jiwa) yaitu zakatyang dikeluarkan secara khusus oleh umat Islam pada Bulan Ramadhan, yang bertujuan untuk membersihkan jiwa dan menyempurnakan ibadah.

Perintah zakat secara umum telah diwahyukan oleh Allah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, tetapi belum ditetapkan  qadar (ukuran) zakatnya, dan belum belum dirinci jenis-jenis harta yang wajib dizakatkan. Hal ini baru ditetapkan kemudia setelah Nabi hijrah ke Madinah, yaitu pada tahun ke-2 Hijriyah., dan ayat yang menetapkan 8 asnaf (golongan) Musatahiq (yang berhak menerima) zakat (Q.S. al-Taubah (9): 60) baru turun pada tahun ke-9 Hijriyah.

Adapun perintah zakat yang turun di Mekkah yaitu firman Allah dalam Q.S. al-Muzammil (73): 20:

وأقيموا الصلاة وأتوا الزكة أقرضوا الله قرضا حسنا

“Dan tegakkanlah shalat, dan tunaikanlah zakat, serta berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik”

Sedangkan perintah zakat yang turun di Madinah di antaranya Q.S. al-Nisa (4): 77:

وأقيموا الصلاة وأتوا الزكة

“…Dan tegakkanlah shalat dan tunaikanlah zakat…..”

Adapun hadis berkenaan dengan kewajiban mengeluarkan zakat:

بني الإسلا م علي خمس شهادة عن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله و إقام الصلاة وإيتاء الزكة وحج البيت و صوم رمضان (متفق عليه)

“Islam ditegakkan di atas lima dasar, yaitu bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat (lima waktu), menunaikan zakat, mengerjakan haji, dan berpuasa di bulan Ramadhan” (Muttafaq ‘Alaihi).

عن أبي هريرة قال رسول الله صم. ما من صاحب كنز لا يؤدى زكته إلا أحمي عليه في نار جهنم فيجعل صفائح فتكوى بها جنباه و جبهته (رواه أحمد و مسلم)

“Dari Abu Hurairah RA: telah bersabda Rasulullah SAW: seseorang yang mempunyai simpanan harta (yang harus dikeluarkan zakatnya), tetapi tidak dikeluarkan zakatnya, maka (kelak) ia akan dimasukkan ke dalam neraka jahannam, baginya dibuatkan setrika dari api kemudian disetrikakan pada punggung dan dahinya”. (HR. Ahmad dan Muslim).

Adapun kewajiban mengeluarkan zakat fitrah (jiwa) pertama kali disampaikan Nabi SAW pada tahun ke-2 Hijriyah, dua hari sebelum berakhirnya bulan puasa (Ramadhan). Sabda Beliau:

عن ابني عباس قال: فرض رسول الله صم. زكة الفطر طهرة للصائم و طعمة للمساكين فمن أدها قبل الصلاة فهي زكة مقبولة ومن أداها بعد الصلاة فهي صد قة من الصدقات (رواه أبو داود و إبن ماجه)

“Dari Ibnu Abbas RA. berkata: Rasulullah SAW telah mewajibkan mengeluarkan zakat Fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa, dan memberi makan orang-orang miskin. Maka barang siapa yang menunaikannya sebelum (pelaksanaan) shalat (Idh) maka (pemberiannya) itu merupakan zakat fitrah yang diterima (Allah). Dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat (Idh), maka (pemberiannya) itu merupakan sedekah biasa. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

 

D. Harta Benda yang Wajib Dikeluarkan Zakatnya (zakat Mal/ harta).

1. Zakat Binatang Ternak

Jenis binatang ternak yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah: unta, sapi (kerbau), kambing (domba), dan lainnya, sebagaimana dalam sebuah sabda Nabi SAW.:

ما من رجل تكون له إبل أو بقرة أو غنم لا يؤدى حقها إلا أوتي بها يوم القيامة أعظم ما تكون وأسمن تطوءه بأحفا فيها و تنطحه بقرونها كلما حازت أخراها عادت عليه أولاها حتي يقضى بين الناس (رواه البخارى و مسلم)

“Seseorang yang memiliki unta, sapi, atau kambing dan tidak dikeluarkan zakatnya, maka binatang-bunatang itu akan datang pada hari kiamat dalam keadaan amat besar dan gemuk, dan menginjak-injaknya (pemiliknya) dan menanduk dengan tanduknya. (terus menerus) setelah selesai yang terakhir, maka kembali binatang yang pertama melakukan hal serupa hingga pemiliknya selesai diadili di antara orang banyak. (HR. Bukhary dan Muslim)

Binatang-binatang tersebut wajib dikeluarkan zakatnya apabila memenuhi persyaratan:

  1. Telah mencapai kadar nisab (ukuran jumlah),
  2. Telah dimiliki selama satu tahun,
  3. tidak dipekerjakan, misalnya dipakai membajak sawah, menarik gerobak, dan lain sebagainya.

Adapun nisab untuk binatang ternak ditetapkan sebagai berikut:

  1. unta bila sudah sampai berjumlah 5-9 ekor: dikeluarkan 1 ekor.
  2. Sapi (kerbau) apabila sampai berjumlah 30-39 ekor: dikeluarkan 1 ekor
  3. Kambing apabila telah berjumlah 40-120 ekor.

2. Zakat Emas dan Perak

Adapun kadar nisab (ukuran jumlah) untuk emas adalah sebesar 20 dinar, atau berat timbangannya kurang lebih 94 gram, sedang nisab perak adalah 200 dirham atau seberat kurang lebih 624 garam. Adapun zakat yang harus dikelurkan dari keduanya sebanyak 2,5%.

3. Zakat Hasil tanam-tanaman (biji-bijian dan Buah-buahan)

Adapun nisab untuk hasil tanam-tanaman, baik berupa biji-bijian maupun buah-buahan adalah 5 wasaq atau kurang lebih  930 liter (1 wasaq sama dengan 60 sha’, sedang 1 sha’ kurang lebih sama dengan 3,1 liter, jadi 5 wasaq = 5X60X3,1 liter = 930 liter.

Adapun ukuran zakat untuk hasil tanaman terbagi dua bagian:

  1. 10% (1/10) untuk hasil tanaman yang sepenuhnya bergantung pada air hujan atau sungai (tanpa biaya).
  2. 5% (1/20) untuk hasil tanaman yang diairi dengan menggunakan alat dan memerlukan biaya.

Hasil tanam-tanaman dikeluarkan zakatnya ketika selesai panen (sebagai haulnya) tanpa menunggu satu tahun haul seperti zakat harta lainnya.

4. Zakat Harta Perniagaan.

Seorag pengusaha atau pedagang apabila harta perniagaannya atau harta dagangannya telah mencapai nisab, maka wajib baginya untuk mengeluarkan zakat harta dari yang diniagakannya itu.

Nisab harta perniagaan menurut fuqaha’ sama dengan nisab emas yaitu kurang lebih  sama dengan ukuran 94 gram emas (kalau menurut pokoknya emas), atau seharga kurang lebih sama dengan 624 gram perak (kalau menurut pokoknya adalah perak).

Adapun ukuran zakat untuk harta perniagaan sama dengan ukuran zakat emas dan perak yaitu sebanyak 2,5% atau 1/40.

Zakat harta perniagaan wajib dikeluarkan setelah mencapai masa satu tahun perniagaan atau berusaha. Pada setiap akhir tahun  perniagaan (pembukuan), maka wajib dikeluarkan zakatnya (apabila telah mencapai nisab), walaupun di awal dan pertengahan tahun tidak mencapai nisab. Sebaliknya, apabila di akhir tahun tidak mencapai nisab, maka tidak wajib dikeluarkan zakatnya, walaupun pada awal dan pertengahan tahun telah sampai nisab. Perhitungan akhir tahun perniagaan itulah yang menjadi ukuran sampai atau tidaknya nisab harta perniagaan.

E. Zakat Fitrah (jiwa).

Zakat Fitrah (zakatul fitri) adalah zakat yang harus dikeluarkan oleh setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, besar ataupun kecil, tua ataupun muda, kaya maupun “miskin” di bulan Ramadhan sampai menjelang shalat Idhul Fitri.

Pengertian fitrah menurut bahasa yaitu: ciptaan, atau asal kejadian (Q.S. al-Rum (30): 31. hukum mengeluarkan zakat fitrah adalah wajib, sehingga hanya ada dua kemungkinan bagi umat Islam  pada saat itu, yaitu apakah ia yang mengeluarkan zakat ataukah ia yang berhak menerima zakat.

Zakat fitrah berfungsi untuk mengembalikan manusia kepada fitrahnya, artinya menyucikan diri manusia (umat Islam) dari kekotoran-kekotoran jiwa yang diakibatkan oleh pergaulan dan lingkungannya yang menyebabkannya jauh dari fitrah semula. Zakat fitrah berfungsi pula untuk menyempurnakan ibadah puasa yang mungkin saja cacat oleh perbuatan keji dan kotor selama menjalankannya. Rasulullah SAW bersabda:

فرض رسول الله صم. زكاة الفطر من رمضان طهرة للصائم من اللغو و الرفث و طعمة للمساكين من أداها قبل الصلاة فهي زكة مقبولة ومن أداها بعد الصلاة فهي صد قة من الصدقات (رواه أبو داود و إبن ماجه)

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah (yang berfungsi) untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perkataan atau perbuatan kotor dan keji, dan untuk menjadi makanan bagi orang-orang yang miskin. Barang siapa yang menunaikan zakat fitrah sebelum pelaksanaan shalat (Idh), maka pemberiannya diterima sebagai zakat, dan barang siapa yang menunaikannya sesudah shalat (Idh), maka pemberiannya merupakan sadaqah biasa. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Adapun besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan: untuk setiap jiwa 1 (satu) sha’ (3,1 liter) berupa makanan yang mengenyangkan, seperti beras, jagung, gandum, dan lainnya sesuai dengan keadaan setempat, atau (menurut beberapa pendapat yang berkembang) berupa uang seharga makanan pokok (yang biasanya dikomsumsi) yang akan dikeluarkan sebagai zakat fitrah.

 

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: