Skip to content

HAJI

Maret 3, 2011

Pengertian Ibadah Haji.

Haji atau al-haj ( الحج )bermakna al-qashdu (القصد ) yang berarti menyengaja (sengaja) atau menuju. Menurut syara’, haji ialah suatu perbuatan yang sengaja dilakukan mengunjungi ka’bah atau baitullah di tanah suci Mekkah dalam rangka melakukakan beberapa kegiatan ibadah dengan tata cara dan syarat-syarat tertentu.

 

B. Sejarah Haji.

Haji dalam arti ziarah ke tempat-tempat tertentu dengan maksud mengharapkan keridaan Allah SWT, merupakan cara peribadatan lama yang dilakukan oleh bangsa-bangsa dari suku-suku bangsa di muka bumi ini, sebagai penghormatan serta pengsucian terhadap apa yangmerka sembah.

Setiap ummat dalam hajinya melakukan hal-hal yang sesuai dengan kebesaran sembahan mereka dan hal itu dilakukan sepanjang waktu sampai Allah SWT mengutus Nabi Ibrahim AS melakukan haji yang sesungguhnya dan memerintahkan kepadanya untuk membangun ka’bah (baitul Haram) di Mekkah untuk orang-orang melakukan tawaf serta menyebut nama Allah di tempat itu. Perintah Allah kepada Ibrahim tersebut dalam Q.S. al-Haj (22): 26-27.

Nabi Ibrahim menyambut baik perintah Tuhannya. Ia pun kemudian membangun Baitullah, membersihkannya (dari kotoran dan sifat-sifat kesyirikan), mengajak manusia untuk melakukan haji di sana, dan menyuruh kepada anak cucunya untuk bertempat tinggal di situ. Sejak itulah orang-orag Arab melakukan hajio di Baitullah yang telah di bangun oleh Nabi Ibrahim serta menyembah Allah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Demikianlah mereka secara terus menerus malakukan ibadah haji ke baitullah dan mengagungkannya. Akan tetapi dalam kurun waktu berabad-abad, kebiasan melakukan ibadah haji mereka lakukan dengan berbagai perubahan dan mengganti hal-hal yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim sampai kepada tingkat mempersekutukan Allah dengan berhala-berhala dan patung-patung (orang-orang yang berjasa dan para pahlawan mereka).

Mereka kemudian mengangkat patung dan berhala-berhala mereka itu ke Baitullah dan meletakkannya di sekeliling Ka’bah. Mereka lalu menyembah berhala-berhala tersebut dan meminta pertolongan kepadanya sebagai tuhan di samping Allah. Mereka juga menyembeli hewan-hewan qurban buat berhala-berhala itu, dan menyebut nama-nama berhalanya ketika menyembeli hewan-hewan qurbannya. Merka juga menciptakan dan menambah tata cara tertentu dalam melakukan ibadah haji, seperti melakukan tawaf dengan telanjang sambil bersiul-siul dan bertepuk tangan. Demikianlah akhirnya terjadi penambahan dan perubahan yang besar dalam ibadah haji yang dilakukan oleh orang-orang Arab pada masa jahiliyah.

Setelah itu Nabi Muhammad SAW diutus membawa agama Islam, memurnikan, memperbaharui dan menyempurnakan agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim, yaitu dengan mengajak kepada orang-orang Arab yang sesat itu kepada akidah serta ibadah yang benar. Dalam Q.S. al-An’am (6): 161 Allah perintahkan tugas tersebut kepada Nabi Muhammad: “Katakanlah wahai Muhammad, sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, yaitu agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik (menyekutukan Allah)”.

Demikianlah Nabi Muhammad SAW datang memperbaiki masyarakat Arab yang telah menyimpang dari ajaran yang haq (benar). Pada mulanya Nabi Muhamma SAW mendapat tantangan yang hebat dan masyarakat Arab tetap melaksanakan haji menurut kebiasaan mereka. Tetapi dengan kesabaran Rasulullah, akhirnya sedikit demi sedikit kebiasaan menyekutukan Allah dan mengotori Ka’bah dengan berhala dapat dihapuskan kepada ajaran tauhid  semata-mata mengesakan Allah di dalam penyembaha kepadaNya.C. Tujuan Ibadah Haji.

Tujuan dan hikmah yang terkandung di dalam pelaksanaan ibaadah haji, antara lain:

  1. Menunjukkan ketaatan semata-mata kepada Allah untuk beribadah dan bertaqarrub kepadaNya.

Ibadah haji memerlukan kesiapan fisik dan mental serta perbekalan yang cukup, tetapi tidak semua yang memilikinya mau melaksanakan ibadah haji. Hanya orang-orang memiliki kadar ketaatan dan taqwa kepada Allah yang mau melaksanakannya, karena pelaksanaan haji dilakukan dalam rangka ibadah dan mendekatkan diri kepadaNya.

  1. Membersihkan diri dan jiwa dari perbuatan dosa.

Seseorang yang melaksanakan ibadah haji, selama berada di tanah suci Mekkah, ia akan melakukan berbagai bentuk ibadah, seperti: zikir, dan do’a-do’a tertentu, ihram, tawaf di sekeliling Ka’bah, wuquf di Arafah dan lain-lain. Semua bentuk ibadah yang dilakukan itu akan memberi pengaruh yang besar terhadap jiwa , sehingga lebih meningkatkan iman serta ketaqwaan kepada Allah SWT, menyesali semua dosa yang telah diperbuat, serta tekat untuk senantiasa menjauhkan diri dari perbuatan dosa. Salah satu hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhary dan Muslim, beliau bersabda:” Barabg siapa melakukan ibadah haji, dan ia tidak melakukan rafats (berbuat dan berkata kotor dan keji), serta tidak berbuat fasik, maka dosa-dosanya akan dihapuskan, sehingga ia seperti pada hari dilahirkan oleh ibunya.

  1. Mengakui kebesaran Allah dan Mengagungkan namaNya.

Salah satu rukun haji adalah melakukan wuquf di Padang Arafah. Pada saat berjuta-juta umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di tempat yang sama dengan pakaian yang sama, sehingga tidak ada perbedaan antara yang kaya dan miskin, pejabat tinggi dan rakyat biasa, ulama dan orang biasa, mereka semua bersama-sama mengagungkan Nama Allah serta mengakui kebesaranNya. Merka semua lemah dan hina di hadapan Allah SWT, dan yang paling mulia di antara mereka adalah yang paling bertaqwa kepada Allah.

  1. Mendorong Umat Islam untuk giat, bekerja keras mencari rezki.

Ongkos naik haji  (khususnya bagi yang bermukim jauh dari Mekkah), bahkan setiap saat meningkat. Dengan demikian, seseorang yang akan menunaikan ibadah haji harus memiliki persediaan dana yang cukup banyak. Hal ini aakan mendorong umat Islam untuk giat bekerja dan mencari rezki yang halal untuk memperoleh biayabuat perjalanan ibadah haji tersebut, di samping kesejahteraan hidup dan keluarganya.

  1. Mempererat persatuan umat Islam, yaitu dengan mengadakan hubungan antar suku dan bangsa.
  2. Menghapus Dosa, sebagaimana hadis Nabi SAW pada nomor 2
  3. Meningkatkan semangat juang (jihad).

Para ulama sepakat bahwa melaksanakan ibadah haji adalah wajib hukumnya bagi setiap umat Islam yang mampu. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam Q.S. Ali Imran (3): 97:

ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا.

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia kepada Allah, yaitu bagi orang-orang yang “sanggup mengadakan perjalanan” ke Baitullah”.

Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhary dan Muslim:

بني الإسلا م علي خمس شهادة عن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله و إقام الصلاة وإيتاء الزكة وحج البيت و صوم رمضان (متفق عليه)

“Islam ditegakkan atas lima dasar, yaitu: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan Kecuali Allah dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, mengerjakan haji, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.

 

D. Rukun dan Syarat Haji

Rukun adalah suatu kemestian yang harus ada di dalam pelaksanaan ibadah, sedang syarat adalah suatu kemestian yang harus ada tetapi berada di luar pelaksanaan ibadah tersebut.

Syarat wajib haji yang disepakati oleh ulama, yaitu:

  1. Beragama Islam
  2. Balig (bukan bayi atau anak kecil)
  3. berakal (waras dan berpengetahuan, tidak gila)
  4. Merdeka (bukan seorang budak)
  5. Sanggup. Kesanggupan seseorang untuk menjadikannya wajib melaksanakan ibadah haji, adalah:
  1. Sehat Jasmani
  2. Keamanan, terjamin keaaman selama dalam perjalanan haji sampai kembali ke tempat semula.
  3. Kendaraan yang akan mengantarnya sampai ke Mekkah, khususnya bagi yang bermukim jauh dari Mekkah.
  4. Bekal selama pelaksanaan ibadah haji.
  5. Menurut beberapa imam Mazhab, khusus untuk wanita, diharuskan bersama muhrim atau teman wanita yang terpercaya.

Adapun rukun-rukun haji, yaitu:

 

  1. 1. Ihram

Perbuatan yang pertama kali dilakukan oleh orang yang melaksanakan ibadah haji adalah niat ikhlas melaksanakan ibadah haji semata-mata karena Allah. Allah tidak akan menerima ibadah haji seseorang tanpa ada niat ikhlas tersebut. Niat inilah dalam pelaksanaan ibadah haji disebut drngan ihram. Ihram dilakukan dengan cara berikut:

  1. Mandi sennat,
  2. Meminyaki rambut dan menyisirnya,
  3. Memakai harum-haruman sesudah berniat. Tetapi setelah memakai pakaian ihram, tidak boleh lagi memakai harum-haruman.
  4. Memakai pakaian ihram, yaitu bagi jama’ah laki-laki: pakaian tidak berjahit dan tidak memakai tutup kepala, dan bagi wanita: semua badan tertutup kecuali muka dan kedua telapak tangan.
  5. Berniat dengan membaca talbiyah, yaitu:

–          untuk haji                   : لبيك اللهم حجا

–          untuk umrah               :   لبيك اللهم عمرة

–  untuk haji dan umrah      :   لبيك اللهم حجا و عمرة

Ada beberapa larangan setelah ber(pakaian) ihram, di antaranya:

–    Bagi jama’ah pria:

  1. Pakaian berjahit,
  2. Pakai tutup kepala,
  3. Memakai sepatu yang menutup mata kaki

–    Bagi Jama’ah Pria dan wanita:

  1. Potong kuku
  2. Mencukur rambut
  3. Pakai harum-haruman (parfum dan sejenisnya)
  4. Berburu
  5. Nikah
  6. Bersenggama

 

  1. 2. Tawaf

Tawaf  ialah kegiatan mengelilingi ka’bah dalam pelaksanaan haji sebanyak tujuh kali (Q.S. al-Haj (22): 29). Tawaf dimulai dari arah hajar aswad ke kanan (berlawanan arah jam). Pada tiga kali putaran pertama, kalau bisa dilakukan dengan berlari-laru kecil, dan pada empat kali putaran berikut dengan berjalan biasa.

Cara melakukan tawaf:

–          berwudhu, bersih diri dari hadas kecil dan besar

–          memulai tawaf dari arah yang lurus dengan hajar aswad

–          setelah sampai di rukun yamani, disunnahkan mengusap hajar aswad atau mengangkat (melambai) tangan, atau menciumnya sambil membaca:

بسم الله والله أكبر

–          setelah putaran ketujuh dari tawaf diakhiri di (arah) hajar aswad.

 

  1. 3. Sa’i

Sa’i yaitu berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Melakukan sa’i hendaklah di mulai dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwah. Dari Shafa ke Marwah dihitung satu kali, dan kembali dari Marwah ke Shafa dihitung satu kali (Q.S. al-Baqarah (2): 158).

 

  1. 4. Wuquf di Arafah

Wuquf di padang Arafah maksudnya hadir di padang Arafah pada waktu yang telah ditentukan, yaitu dimulai saat tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai fajar menyingsing  pada tanggal 10 Dzulhijjah.

 

  1. 5. Tahallul (mencukur atau menggunting rambut atau sebagian dari rambut). Ini dilakukan setelah semua pelaksanaan rukun-rukun haji telah dilaksanakan, dan setelah itu diperbolehkan memakai pekaian biasa.

 

  1. 6. Menertibkan rukun-rukunnya

Menurut beberapa pendapat, terdapat perbedaan antara rukun haji dengan wajib haji, khususnya dalam hal konsekuensi (hukuman/ akibat). Bahwa rukun haji apabila ditinggalkan salah satunya, akam menyebabkan ibadah haji menjadi  batal/ tidak sah dan tidak dapat diganti. Sedang apabila salah satu wajib haji tertinggal, ibadah haji tetap sah, hanya harus diganti dengan dam atau kaffarat lainya.

Di antara wajib haji adalah:

  1. bermalam di Musdalifah
  2. Melempar jumrah
  3. Bermalam di mina
  4. Tawaf wada’

Adapun  sunnah-sunnah haji antara lain:

  1. Melaksanakan haji dengan cara ifrad
  2. Membaca talbiyah
  3. Membaca do’a
  4. Tawaf Qudum
  5. Shalat sunnah 2 rakaat setelah tawaf qudum
  6. masuk ke Ka’bah.

Ibadah  haji terbagi kepada 3 (tiga) macam, yaitu:

  1. Haji Qiran, yaitu dengan berihram untuk ibadah haji sekaligus dengan ibadah umrah
  2. Haji tamattu’ yaitu dengan mendahulukan/ mengerjakan umrah sebelum berihram untuk haji.

3. Haji Ifrad, yaitu dengan menunaikan haji dengan ihram haji lebih dahulu dari miqat, setelah selesai baru melaksanakan ibadah umrah

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: